Tidur dengan Mulut Diplester, Alasan Kesehatan atau Ikut Tren Saja?

Bukan rahasia jika beberapa masyarakat Indonesia lebih pilih untuk berobat ke luar negeri, misalnya ke negara tetangga Singapura. Ada beberapa jenis fakta di baliknya, dari mulai tehnologi sampai sekaligus wisata.

Di satu diantara rumah sakit terpenting di Singapura, Mount Elizabeth Hospital, disebut sepanjang 2018 lalu tertera ada lebih dari sepuluh ribu pasien asal Indonesia. Paling tidak ada beberapa ribu pasien hadir berobat tiap bulannya. CEO Mount Elizabeth Hospital, Dr Noel Yeo, menyebutkan sepertiga dari pasien asal Indonesia berobat atas aduan berkaitan kanker.



"Seputar seribu pasien dalam satu bulan. Saya tidak paham tentunya penyakitnya apa tetapi paling tidak sepertiga dari mereka hadir sebab permasalahan berkaitan dengan kanJakarta - Baru saja ini vokalis Andien bagikan kesukaannya yang cukup unik yaitu tidur dengan mulut diplester. Rutinitas itu telah dilakukan sepanjang beberapa waktu paling akhir. Lihat rutinitas tidurnya itu, banyak netizen langsung bertanya-tanya tentang tehnik yang dia kerjakan serta beberapa punya niat untuk mengikuti.

Tidur dengan mulut diplester adalah satu diantara tehnik pernafasan yang disebutkan Buteyko Breathing. Tehnik pernafasan ini mengutamakan jika bernapas normal ialah lewat hidung, bukan mulut yang dikerjakan supaya badan memperoleh oksigenasi jaringan serta organ yang lebih baik.

Satu diantara faedah yang didapat dari lakukan tehnik pernafasan ini ialah satu orang dapat tidur lebih pulas bahkan juga dapat hilangkan rutinitas ngorok. Testimoni ini bahkan juga telah diamini oleh Andien sendiri yang merasakan jika tidur dengan mulut diplester benar-benar berguna untuk kesehatannnya.

"Latihan buteyko breathing yang saya alami banyak faedahnya. tetapi mungkin kalau belum punyai peluang itu, mulai dengan memplester mulut saat tidur," catat Andien di instagram story kepunyaannya.

Walau tehnik itu diklaim dapat mengobati penyakit tidur, pegiat kesehatan tidur dari RS Partner Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, menjelaskan jika sleep apnea atau masalah tidur tidak dapat diobati cukup dengan memplester mulut saja.

"Sleep apnea ya jika telah ada masalah napasnya mustahil terselesaikan cukup dengan rapatkan mulut. Jadi harus dibedakan menangani dengkuran dengan menangani sleep apnea," tuturnya pada detikHealth, Rabu (10/7/2019).

Memakai plester untuk menutupi mulut saat tidur mungkin dapat sukses pada mereka yang mempunyai rutinitas ngorok. Tetapi bila menderita masalah tidur lain, ada langkah medis tersendiri yang perlu diaplikasikan.

Walau dipandang tidak mempunyai faedah yang bermakna, dr Ade menjelaskan tidak apa untuk coba. Untuk dampaknya sendiri juga tidak ada. Bahkan juga, dr Ade, panggilannya, menjelaskan tidak ada permasalahan bila ingin coba tehnik tidur itu.

"Bahaya sich tidak. Ya kalaulah engap tentu kebangun. Tinggal membuka plesternya mudah kan," sambungnya.

Bila telah coba trick plester mulut waktu tidur tetapi tidak mendapatkan dampak yang diharapkan, bisa jadi ada masalah pernafasan atau sleep apnea yang terkena. Karena itu dianjurkan supaya selekasnya konsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang pas.

Simak juga: Gunakan Plester Mulut Waktu Tidur Seperti Andien, Beresiko atau Tidak Sich? Baca Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Jelas atau Temaram?" [Gambas:Video 20detik] (kna/up) tidur rutinitas tidur plester mulut andien andien aisyahker. Beberapa hadir cuma untuk cek up, pastikan tidak ada rekurensi atau kekambuhan, atau untuk scan," katanya waktu diwawancarai detikHealth pada Rabu, (10/7/2019). 

Penyakit yang seringkali diatasi di rumah sakit itu ialah kanker. Tempati posisi pertama ialah kanker kolorektal untuk pria, lalu dibarengi dengan kanker paru dalam jumlahnya yang lumayan banyak juga.

Kanker payudara serta kanker rahim tempati dua kanker paling atas seringkali diketemukan pada wanita yang hadir berobat ke Mount Elizabeth Hospital. Bertepatan dengan penyakit berkaitan jantung jadi penyakit nomor dua paling banyak, kedua-duanya mengonsumsi seputar 60-80 % pasien yang diatasi di Mount Elizabeth.

Kanker jadi satu diantara permasalahan besar di dunia. Diuraikan oleh Dr Noel, tidak hanya merokok, makanan yang kita makan sangat punya pengaruh sebagi pemicunya. Seperti makanan olahan, berpengawet serta kebanyakan kandungan kimia.

"Yang belakangan ini ialah insektisida, makanan ada insektisida. Ayam yang kita makan disuntik, sapi disuntik, ya supaya mereka kelihatan lebih gemuk. Kimia-kimia yang kita makan itu berperan untuk menyebabkan kanker (karsinogen), karena itu masalah kanker terus naik," tandas Dr Noel.
Tidur dengan Mulut Diplester, Alasan Kesehatan atau Ikut Tren Saja? Tidur dengan Mulut Diplester, Alasan Kesehatan atau Ikut Tren Saja? Reviewed by Admin on 02.38 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.