Perokok Aktif Vs Perokok Pasif, Siapa yang Lebih Rentan Kanker Paru?

Jakarta - Rokok kembali lagi dipandang seperti pembunuh berdarah dingin. Bagaimana tidak, orang yang tidak merokok seperti Kepala Pusat Data serta Humas Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dapat terserang kanker paru, karena hanya terkena asap rokok dari lingkungannya.

Ini tentu saja memperjelas jika perokok pasif yang sering terkena asap rokok juga beresiko sama juga dengan perokok aktif. Dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP menjelaskan jika makin banyak terkena asap rokok, karena itu seseorang perokok pasif mempunyai peluang yang tinggi terserang kanker paru.

Kanker paru, menurut dr Frans terhitung penyakit membahayakan. Kesempatan pulih pasti ada, tapi pasien yang ada pada fase lanjut beresiko alami perburukan yang seringkali berbuntut pada kematian.

"Pada fase awal peluang ada kesempatan untuk pulih dengan operasi serta kemoterapi. Untuk fase lanjut kemungkinannya kecil sekali bahkan juga tidak ada," katanya.

Jelas beberapa perokok pasif juga resah dengan efek ini. Sebagian orang akui merasakan susah meskipun cukup sudah santer gaung setop rokok serta umumnya telah mengerti bahayanya asap rokok, namun saja ada banyak perokok yang merokok asal-asalan.



"Banyak yang katakan terkena kanker itu 'takdir', ingin sehat ingin tidak ya kalau sudah ketetapan akan terkena. Ya benar, kanker itu takdir tetapi kita tidak tahu kan penyebab kanker itu ada dari apa. Siapa tahu malah dari asap rokok orang. Sudah pernah tahu kan takdir itu ada yang dapat dirubah serta ada yang mutlak. What if dengan berhenti ngerokok sebenernya kamu sudah ngebantu 'jalan' orang untuk tidak alami penderitaan?" papar Aisyah.

Tetapi, beberapa perokok aktif juga merasakan sering jadikan kambing hitam atas efek menyeramkan dari asap rokok walau telah merokok pada tempat yang semestinya. Beberapa perokok aktif juga merasakan bersalah bila asap rokok lah yang mengakibatkan kanker paru yang menyerang perokok pasif.

Sering juga beberapa perokok aktif ini ingin berhenti merokok, tetapi mereka akui itu bukan hal yang gampang dikerjakan.

"Perasaan bersalah ada, tetapi berhenti merokok tidak segampang menghentikan metromini," papar Ridwan.

Simak juga: Tetap Ditunjuk 'Racuni' Perokok Pasif, Perokok Aktif Sharing Susahnya Berhenti

Kanker paru jelas penyakit yang perlu dicermati kebanyakan orang. Tidak hanya kanker payudara serta kolorektal (usus besar), kanker paru jadi yang paling mematikan, dengan 1,8 juta kematian pada tahun 2018.

Kanker paru paling banyak diderita oleh pria. Berdasar data dari GLOBOCAN 2018, ada seputar 22.440 pria (14 %) yang menderita kanker paru. Kanker paru di Indonesia adalah kanker ke-3 paling banyak yang diderita baik wanita atau pria, tertera pada 30.023 masalah atau 8,6 % dari keseluruhnya masalah kanker.

Sayangnya, cuma 16 % masalah kanker paru yang didiagnosis pada fase awal, menurut American Lung Association. Bila sudah bermetastase atau menebar ke organ yang lain, keinginan hidup mereka cuma sampai 5 %. Rata-rata separuh orang dengan kanker paru wafat dalam kurun waktu satu tahun selesai didiagnosis.

Yang perlu untuk diketahui, WHO menyebutkan rokok jadi unsur efek penting dari kanker serta bertanggungjawab atas prediksi 22 % dari kematian karena kanker, terhitung kanker paru yang paling besar. Pria yang merokok 23 kali lebih mungkin terserang kanker paru, sesaat wanita 13 kali tambah tinggi dibanding mereka yang tidak sudah pernah merokok. Sesaat, prokok pasif mempunyai 20-30 % tambah tinggi terserang kanker paru jika mereka terkena jadi secondhand smoker di dalam rumah atau kantor.
Perokok Aktif Vs Perokok Pasif, Siapa yang Lebih Rentan Kanker Paru? Perokok Aktif Vs Perokok Pasif, Siapa yang Lebih Rentan Kanker Paru? Reviewed by Admin on 19.25 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.